Guru tidak wajar lagi meletakkan makam mereka yang mulia bak lilin yang menerangi orang lain sedangkan pada masa yang sama membiarkan dirinya terbakar. Mengapa mereka harus menerima ungkapan semalang ini ketimbang sumbangan dan pengorbanan yang mereka curahkan selama ini untuk mendidik anak bangsa.Bukankah ungkapan ini bertentangan dengan tugas mereka sebagai pendidik (murabbi) yang dikatakan oleh Saidina Ali k.w.yang lebih kurang mafhumnya: Ilmu yang dicurahkan akan semakin bertambah;sedangkan harta yang dibelanjakan akan semakin berkurangan. Guru sepatutnya menjadi mentari di siang hari dan bulan purnama di malamnya. Dalam sebahagian besar masanya, ia memainkan peranan ulama’: membimbing, memimpin dan menjadi contoh; dan dalam sebahagian besar masanya yang lain, ia adalah seorang ‘abid yang khusyu’ yang menyerahkan dirinya kepada Allah sambil memuhasabah akan peranan yang telah ia mainkan.
Hakcipta Abd Bashid Harun

















No user commented in " Guru Umpama Mentari dan Bulan "
Follow-up comment rss or Leave a TrackbackLeave A Reply